SEGMEN SENTIMEN

Hanya berupa lembaran kecil yang tersisa dalam saku, dan isinya rentetan alur yang ujungnya disini, ditempat duduk empuk. 43 tahun lalu di suatu tempat aku dikehendaki mengikuti jejak hidup bersama keluarga dari 4 bersaudara, akulah yang bungsu. Menapaki jalan kecil itu, aku bersama keluarga yang sederhana bisa mengenyam pendidikan mulai SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi. Entah almarhum Bapak punya cita-cita apa terhadap diri ini, sehingga lika-likunya cukup bersambung-sambung dari ujung ke ujung.

Dari keluarga sederhana inilah aku ditempa dan banyak belajar hidup, dari yang paling ringan sampai dengan yang berat sekalipun. Dari makan dengan sambal, menggembala kambing, bertanam di tanah yang bukan milik sendiri karena hak Pemerintah.

Bersambung……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: