MISA SYUKUR SINODE KEUSKUPAN BANJARMASIN 2013

Swiss-Belhotell Borneo, Banjarmasin, Jumat, 19 Juli 2013, Pukul 10.00 WITA. Rasa syukur umat Katolik Keuskupan Banjarmasin diungkapkan dalam misa syukur bersama Mgr. Petrus Boddeng Timang dengan seluruh Para Deken dan Pastor yang berkarya di Keuskupan Banjarmasin ditambah dengan Undangan khusus yaitu Para nara sumber dan lainnya.
Dalam prosesi penutupan Sidang Sinode, ada penyerahan bahan konsultasi oleh Vikjen kepada Uskup dan penyerahan Statuta Keuskupan oleh Sekjen Keuskupan serta buku pedoman pengelolaan Paroki.
Homili Uskup Banjarmasin “Yang Kukehendaki belas kasih dan bukan kurban persembahan”, Mengingatkan bahwa sinode adalah paguyuban orang beriman. Sekilas pandang mengingat Pra-sinode Komunitas, Paroki, Dekenat. Adanya tanda-tanda zaman, dan mengingat 3 Nara Sumber dalam proses sidang yaitu Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Arifin, Dr. Mujiburrahman, Pendeta Keloso.
Sementara itu kita maju terus, melihat situasi internal Gereja, awalnya banyak kurangnya tapi setelah itu saat akhir banyak plusnya. Banyak tantang pastoral yang kita hadapi.
Proses 4 hari ini, ada pengalaman kristalisasi melihat 75 th Keuskupan Banjarmasin oleh SC dan OC, Rm, BS. Mardi, adalah modal utama menghadapi tantangan masa depan.
Kita semua punya sejarah yang mengikat hidup kita. Dalam Injil dalam Bait Allah ada 10 Perintah Allah, itu merupakan bahan sumber kekuatan hidup kita,
Sejarah Keuskupan kita yang panjang, sampai terbentuk Keuskupan Banjarmasin. Perjalanan kita jauh ke belakang, para Missionaris, datang kesini mengawali misinya. Tenaga awam menjadi penting dalam membangun Kerajaan Allah. Seperti di negara-negara lain yang notabene awam berkarya. Pengalaman dalam hidup umat itulah yang paling kuat dan diandalkan untuk menatap masa depan.
Organisasi Gereja Katolik mengadopsi tentara Romawi dan di tiru oleh organisasi lainnya. Ada kuria Keuskupan, Komisi-komisi, dll. Modal kita yang kuat adalah iman umat yang terus menerus diperbaharui.
Yesus tidak mengatakan lembaga tidak perlu tapi yang paling penting belas kasih. Penyembahan sejati ada dalam roh dan itu ada dalam kelompok orang beriman dan keluarga.
Bukan jasa kita yang penting tapi rohNya. Roh Kudus yang memimpin dan memutuskan hasil rumusan kita. Allah mau supaya kasih dan belas kasih nyata dalam gereja, Allah mau supaya kita jadi saksi kasih Allah. Kesadaran akan kasih Allah untuk semua orang jadi tidak ada lagi penghakiman dan sanksi.
Saya sadar, betapa susahnya jadi notulis, SC, OC, yang bekerja keras untuk hal ini. Banyak dikorbankan, keluarga, waktu dst. Ini adalah karya Roh. Kita diperkaya oleh Roh, Tuhan Maha Adil, Allah sangat peduli dan tak ingin dombaNYa hilang.
Kita memandang tanda-tanda zaman, tren yang kita hadapi dan merefleksi iman. Dengan kekuatan Roh yang sama memandang ke depan untuk kita menyumbangkan pada gereja Keuskupan Banjarmasin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: