HIDUP BERAGAMA YANG BAIK

Mat 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mat 5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Mat 5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Mat 5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

Mat 5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Mat 5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Mat 5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Bacaan Injil, Kamis 13 Jun 2013: Mat 5:20-26
Mazmur, Kamis 13 Jun 2013: Mzm 85:9ab-10,11-12,13-14
Bacaan I, Kamis 13 Jun 2013: 2Kor 3:15 – 4:1,3-6

HIDUPKATOLIK.com – Pw. St Antonius dr Padua; 2Kor 3:15-4:1.3-6; Mzm 85 Mat 5:20-26

REALITA: Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat beragama dengan kesetiaan ketat pada hukum Taurat dan tradisi Yahudi. Mereka menaati hukum secara lahiriah.

Refleksi Biblis: Beragama yang benar bukan sekadar setia pada hukum lahiriah, melainkan melaksanakan kehendak Allah yang dinyatakan dalam hukum-hukum-Nya. Yesus berkata, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Kerajaan Surga berkaitan dengan komunitas orang beriman yang dirajai Allah. Yesus mengingatkan bahwa tidak saja yang membunuh harus dihukum, tetapi yang marah pun sudah harus dihukum. Sebab kemarahan adalah tangga pertama menuju pembunuhan. Juga yang menghina saudaranya dengan mengatakan kafir atau jahil harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan diserahkan ke dalam neraka.

Untuk itulah bagi yang mau mempersembahkan kurban kepada Allah di Bait Suci, kalau di jalan ingat kesalahan terhadap saudaranya, ia harus berdamai terlebih dahulu. Bagi yang didakwa dan akan diperkarakan secara hukum, ia harus segera membereskan persoalan dan berdamai sebelum putusan hukuman penjara dijatuhkan. Sebab kalau sudah masuk penjara tidak mungkin keluar lagi sebelum seluruh hutangnya dilunasi.

Rekonsiliasi: Tidak jarang kita menghina dan menunda-nunda kesempatan berdamai, padahal semuanya akan mendatangkan hukuman dari Allah. Mengapa? Apa mau kita sekarang?
– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2013/06/12/beragama-renungan-kamis-13-juni-2013#sthash.FgF7ytFb.dpuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: