Ultah Gereja Katedral Banjarmasin (Gereja Batu)

Menuju Paroki yang Hidup dan Berdaya Pikat
04 Juli 2011 07:53
DASA WINDU PAROKI KATEDRAL “KELUARGA KUDUS” BANJARMASIN
(Banjarmasin 2/7/2011) “Sebagai gereja dan paroki tertua, saya berharap Paroki Katedral Banjarmasin ini dapat menjadi motor penggerak, menjadi contoh serta teladan bagi umat Katolik di paroki lainnya dalam hal menampilkan dirinya sebagai gereja yang hidup dan berdaya pikat, melalui persaudaraan dan pelayanan tanpa pamrih kepada umat dan masyarakat.” demikian harapan Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang dihadapan Wakil Walikota Banjarmasin H.M. Irwan Anshari, jajaran Muspida, para tokoh lintas agama FKUB dan LK3, para imam, suster, frater, undangan dan umat yang memenuhi Gedung Sasana Sehati dalam acara malam ramah tamah dan pentas seni menyambut HUT ke-80 Paroki Katedral Banjarmasin, Selasa, 28 Juni 2011 yang lalu dengan tema : “Hidup Rukun dalam Perjuangan, Menuju Paroki yang Hidup dan Berdaya Pikat.”
Mewakili Pemerintah Kota Banjarmasin H.M. Irwan Ashari berpesan agar keberadaan “Gereja Batu” (julukan masyarakat Banjarmasin untuk Gereja Katedral-red) ini, yang merupakan Gereja Katolik pertama di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah benar-benar menjadi tempat pelayanan umat, yang berstatus Cagar Budaya bagi Kota Banjarmasin.
Malam itu secara istimewa dipentaskan ‘sendratasik’ (sendratari dan musik) yang berjudul : “Cahaya Kedelapanpuluh” yang mengisahkan perjalanan, perjuangan dan dinamika yang terjadi di Paroki Katedral Banjarmasin selama 80 tahun lamanya hingga masa kini.
Sesaat sebelum digelar malam ramah tamah dan pentas seni, diselenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang, didampingi Uskup Emeritus Keuskupan Banjarmasin Mgr. F.X. Prajasuta, MSF, dan 19 orang imam. Dalam homilinya, Uskup Keuskupan Banjarmasin berujar bahwa bersamaan dengan perayaan 80 tahun Paroki Katedral Banjarmasin, Gereja Katolik di Keuskupan Banjarmasin juga merayakan 50 tahun hirarkhi Gereja Katolik di Indonesia.
Menurut catatan, tanggal 28 Juni 1931 merupakan peristiwa bersejarah dimana Gereja Katedral pertama di Kota Banjarmasin berdiri. Pada masa itu bangunan gereja terbuat dari kayu, dimana lokasi bangunan Gereja pertama terletak di jalan Lambung Mangkurat No. 4 Banjarmasin (sekarang di samping Balai Pemuda). Empat tahun berikutnya, pada tanggal 20 Nopember 1935 dilakukan peletakan batu pertama bangunan Gereja Katedral yang baru (dikenal oleh masyarakat Banjarmasin dengan nama “Gereja Batu” hingga sekarang, karena bangunan gereja lainnya pada jaman itu masih banyak yang terbuat dari kayu). Pembangunan Gereja Katedral sendiri hanya memakan waktu 5 bulan (19 Nopember 1935 – 19 April 1936). Pada tanggal 19 April 1936 Gereja Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin diresmikan dan diberkati oleh Pastor J. Groen, yang kala itu menjabat sebagai Superior MSF.
(Dionisius Agus PS/Komsos Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: