KOPERASI KREDIT SA-IJAAN SEJAHTERA MENYIMPAN DAN MEMINJAM DANA YANG HANDAL DENGAN FASILITAS OPTIMAL

ABSTRAK Koperasi Kredit Sa-ijaan Sejahtera awalnya dirintis oleh seorang pastor yang bernama Stephanus Lengi, CP. Pada tanggal 12 Agustus 2001, Koperasi Kredit Sa-ijaan Sejahtera dibentuk dengan ju…

Sumber: KOPERASI KREDIT SA-IJAAN SEJAHTERA MENYIMPAN DAN MEMINJAM DANA YANG HANDAL DENGAN FASILITAS OPTIMAL

SEGMEN SENTIMEN

Hanya berupa lembaran kecil yang tersisa dalam saku, dan isinya rentetan alur yang ujungnya disini, ditempat duduk empuk. 43 tahun lalu di suatu tempat aku dikehendaki mengikuti jejak hidup bersama keluarga dari 4 bersaudara, akulah yang bungsu. Menapaki jalan kecil itu, aku bersama keluarga yang sederhana bisa mengenyam pendidikan mulai SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi. Entah almarhum Bapak punya cita-cita apa terhadap diri ini, sehingga lika-likunya cukup bersambung-sambung dari ujung ke ujung.

Dari keluarga sederhana inilah aku ditempa dan banyak belajar hidup, dari yang paling ringan sampai dengan yang berat sekalipun. Dari makan dengan sambal, menggembala kambing, bertanam di tanah yang bukan milik sendiri karena hak Pemerintah.

Bersambung……….

Dekenat Timur Membina Pembina Minggu Gembira

Paroki St. Vinsensius A Paulo, 5-6 Juli 2014, Pemrakarsa kegiatan ini adalah para Pembina Minggu Gembira Dekenat Tinur dan mengundang masing-masing Paroki sebanyak 20 orang Pembina. Hal ini bertujuan untuk semakin menggerakkan Bina Iman Anak dibeberapa Paroki di wilayah Dekenat timur. Setelah berjalan beberapa waktu dalam masa persiapan, nyatanya dalam kegiatannya yang berjalan yang hadir sebanyak kurang lebih 50 orang, dikarenakan banyak hal.
Kegiatan ini sudah direkomendasikan oleh Romo Deken untuk dilaksanakan dengan mengundang Narasumber Bruder Antonius Mungsi, O.Carm. Kegiatan yang bertema : Menjadi Pembina Bina Iman Usia Dini yang kreatif, berkualitas dan Profesional, Wilayah Dekenat Timur bertujuan : Memberi bekal pengetahuan/ informasi, sharing pengalaman iman, meneguhkan semangat dan motivasi yang mantap kepada Para Pembina Sekolah Minggu Dekenat Timur, Pembina Sekolah Minggu mampu mendampingi anak sekolah minggu dengan gembira dan mewartakan Kasih Yesus kepada anak-anak. Dalam kesempatan ini merupakan pengalaman pertama Br. Mungsi datang di Bumi Antasari terlebih di Kota Tanah Bumbu. Pengalaman berbagi dan bermisi adalah sesuatu yang harus selalu dilakukan, itulah yang dilakukan oleh Bruder Mungsi selama 2 hari di Paroki St. Vincensius A Paulo Batulicin.
Materi yang disampaikan cukup menarik dan bermanfaat bagi semua peserta, beberapa materi tersebut adalah :BIUD Tanggung jawab Paroki bersama orang tua: dalam pengelolaan dan pendampingan Minggu Gembira bukan melulu tanggungjawab Pembina namun harus melibatkan Paroki dan terutama bekerjasama dengan orang tua sebab tanggung jawab bina iman adalah tanggungjawab pokok orang tua, Psikologi Anak: Mengenal secara dekat pribadi anak, karakter dan latar belakang kehidupan keluarganya, Langkah Pelaksanaan BIUD: Persiapan Bina Iman bukan dadakan namun harus disiapkan dengan baik jauh hari sebelumnya. Menyiapkan bahan, alat peraga dan juga membaca dengan tekun Kitab suci. Melaksanakannya dan jangan lupa mengevaluasi bersama , Metode-metode BIUD: Banyak metode dikenalkan dalam kehidupan terutama yang mampu mendekatkan kita kepada anak-anak misal: menyanyi, bercerita, drama, mencongklak, menjodohkan gambar dan lainnya, Kreatifitas dalam BIUD (membuat alat peraga): Ada Kolase, Montase, Mencipta lagu dan gerakannya, Praktek Pelaksanaan BIUD. Dari berbagai materi yang disampaikan, peserta sangat antusias dengan Kreatifitas dalam BIUD yaitu membuat alat peraga untuk pertemuan Bina Iman Anak. Dari hasil pelaksanaan membuat alat peraga yang cukup unik adalah dalam waktu singkat ada kelompok yang diberi tugas untuk membuat gerak dan lagu. Pengalaman mereka dalam mempersiapkan dan memperagakan ternyata cukup sulit menciptakan ide dan menuangkannya dalam peragaan.Terutama membuat kata-kata yang sesuai dengan bacaan. Namun hal ini dinilai baik oleh Bruder Mungsi karena dalam waktu singkat, kurang lebih 30 menit mampu membuatnya.

Pengalaman salah satu peserta dari Stasi Berlian Paroki St. Vincensius A Paulo, menyatakan hal ini merupakan pengalaman pertama ikut terlibat dalam Bina Iman. Cukup sulit mendampingi Anak-anak apalagi beliau merasa tidak bisa menyanyi, hal tersebut menjadi kendala karena harus bergembira dengan anak-anak. Sebaiknya melibatkan teman, atau siapa saja yang bisa menyanyi demikian tanggapan Br. Mungsi.
Diakhir pertemuan melihat kembali apa yang bisa ditindaklanjuti dari pengalaman 2 hari tersebut. Peserta mengungkapkan bergembira dapat bertemu dengan teman-teman, berbagi pengalaman pendampingan dan juga menimba materi yang bermanfaat dari Bruder. Yang amat ditekankan dalam jumpa Minggu Gembira adalah harus menyampaikan kabar gembira dari Yesus dengan kreatif dan profesional. Dengan hati gembira melayani anak-anak dalam kasih Tuhan.

HARI RAYA ST. PETRUS DAN PAULUS PAROKI ST. YUSUP KOTABARU

Kotabaru, 29/6/2014. Komunitas Basis Gerejani St. Petrus dan St. Paulus Gereja Katolik St. Yusup Kotabaru Kalimantan Selatan di hari itu mengadakan Rekoleksi dan Misa syukur bersama sebagai ungkapan kegembiraan atas Hari Raya Santo pelindungnya. Hal ini diprakarsai oleh Ketua Koumitas St. Petrus dan St. Paulus yaitu Edi Sulistiawan dan Jhon Mikhael Sore More, yang telah lama direncanakan dan pada akhirnya dapat terwujud.
Kegembiraan Umat yang datang di Kolam milik Bp. Budi Utomo di Desa Gunung Ulin tepatnya di sekitar Waduk Gunung Ulin sangatlah beralasan, karena yang datang cukup banyak kurang lebih 60 orang. Baik mulai dari Balita sampai Orang tua.

Dalam Kegiatan tersebut diawali dengan Rekoleksi Singkat yang diberikan oleh RP. Silvasius Jehaman, CP. Dengan Tema Pokok Keteladanan St, Petrus dan Paulus. Patut bergembira umat Komunitas yang bernaung di bawah Santo Petrus dan Paulus, karena kedua tokoh ini adalah tokoh besar yang sangat berpengaruh dalam kekristenan dan juga dalam Gereja Katolik. Karena Santo Petrus adalah seorang yang Gigih membela Gereja dengan pedangnya, oleh sebab itu Petrus diberikan kunci kerajaan Allah, sedangkan Santo Paulus adalah tokoh Gereja awali yang dulunya mengejar seluruh pengikut Gereja untuk di bunuh, hanya dalam perjalanannya Paulus akhirnya bertobat dan menjadi pewarta ke seluruh penjuru Dunia.
Dalam perjalanan keKristenan banyaklah umat yang meninggal demi membela Yesus, di katekombe-katekombe selama berabad-abad mereka hidup dalam pengejaran dan dengan sembunyi-sembunyi mereka tetap teguh imannya. Walau tantangannya adalah maut dan bahkan harus menjadi Gladiator melawan singa yang lapar dan disoraki penonton yang bergembira karena orang kristen mati dicabik-cabik cakar kuat singa dan dirobek-robek oleh mulut singa.
Gereja sekarang mengalami juga sesuatu yang kurang lebih sama, namun apakah kita berapa membela iman kita? Banyak hal kita telah lakukan, seperti mengadakan Bakti Sosial, Memberikan sumbangan kebakaran, hal ini kita ingin membuka pintu kasih kepada sesama, menunjukkan hidup kekristennan kita. anyak hal dapat kita lakukan, kita harus berani terbuka dan mengenal sesama kita, janganlah kita mengurung diri supaya kita semakin dikenal ditengah umat yang lain.
Dalam sharingnya Ketua komunitas Paulus menyatakan kegembiraan dapat hidup komunitas yang peduli, ada kebersamaan. Walau banyak rintangan yang harus dihadapi, dan banyak figur yang didambakan untuk menjadi sesepuh yang menjadi suri teladan bagi sesama.
Ketua Komunitas Petrus awalnya sulit menerima yang menjadi tanggung jawab mengemban estafet kepemimpinan ini. Kenapa disebut Estapet karena sebagai ketua komunitas ini warisan dari Mertua,,,,humornya mungkin saya akan turunkan kepada Ellano sebagai penerus saya. Kemudian dalam menjalankannya ternyata banyak dukungan dan keterlibatan anggota dalam kegiatan-kegiatan demikian ungkap Edi.
Romo Sil mengakhiri Rekoleksinya dengan menyatakan semoga umat siap menghidupi Komunitasnya dengan perlindungan Santo Petrus dan Paulus, Berani membela Gereja dan Berani Mewartakan Kasih Yesus.
Perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur dilaksanakan dengan khitmad dan lancar.
Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan perjamuan makan bersama dengan keterlibatan semua anggota komunitas dalam menyiapkan dalam penyajian dan waktu memasaknya. Masing-masing Ibu anggota komunitas diberikan tanggung jawab untuk menyiapkan dan memasak di rumahnya masing-masing dan dengan gembira memberikannya untuk dinikmati bersama.
Sebagai penutup, Ketua Komunitas menyatakan bahwa kita sudah ijin dengan pemilik villa ini untuk rekreasi menikmati indahnya alam Gunung dan juga diperbolehkan untuk melakukan Mancing Mania. Tersedia dikolam ini adalah ikan Nila, Patin dan Mas. Umat bisa memancingnya dan bila mendapatkannya bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, namun yang masih kecil mohon untuk dikembalikan lagi.
Dari sekian banyak orang yang mencoba keberuntungannya yang bisa membawa ikan patin adalah Bpk. Richardo Barus, Bpk. Gregorius Agung Wardono, Bpk Edi Sulistiawan dan Penulis warta ini,,,he,,,he,,,,
Berkat Tuhan semoga melimpah bagi keluarga yang empunya Villa, dan anggota komunitas Petrus dan Paulus, Amin

MISA SYUKUR SINODE KEUSKUPAN BANJARMASIN 2013

Swiss-Belhotell Borneo, Banjarmasin, Jumat, 19 Juli 2013, Pukul 10.00 WITA. Rasa syukur umat Katolik Keuskupan Banjarmasin diungkapkan dalam misa syukur bersama Mgr. Petrus Boddeng Timang dengan seluruh Para Deken dan Pastor yang berkarya di Keuskupan Banjarmasin ditambah dengan Undangan khusus yaitu Para nara sumber dan lainnya.
Dalam prosesi penutupan Sidang Sinode, ada penyerahan bahan konsultasi oleh Vikjen kepada Uskup dan penyerahan Statuta Keuskupan oleh Sekjen Keuskupan serta buku pedoman pengelolaan Paroki.
Homili Uskup Banjarmasin “Yang Kukehendaki belas kasih dan bukan kurban persembahan”, Mengingatkan bahwa sinode adalah paguyuban orang beriman. Sekilas pandang mengingat Pra-sinode Komunitas, Paroki, Dekenat. Adanya tanda-tanda zaman, dan mengingat 3 Nara Sumber dalam proses sidang yaitu Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Arifin, Dr. Mujiburrahman, Pendeta Keloso.
Sementara itu kita maju terus, melihat situasi internal Gereja, awalnya banyak kurangnya tapi setelah itu saat akhir banyak plusnya. Banyak tantang pastoral yang kita hadapi.
Proses 4 hari ini, ada pengalaman kristalisasi melihat 75 th Keuskupan Banjarmasin oleh SC dan OC, Rm, BS. Mardi, adalah modal utama menghadapi tantangan masa depan.
Kita semua punya sejarah yang mengikat hidup kita. Dalam Injil dalam Bait Allah ada 10 Perintah Allah, itu merupakan bahan sumber kekuatan hidup kita,
Sejarah Keuskupan kita yang panjang, sampai terbentuk Keuskupan Banjarmasin. Perjalanan kita jauh ke belakang, para Missionaris, datang kesini mengawali misinya. Tenaga awam menjadi penting dalam membangun Kerajaan Allah. Seperti di negara-negara lain yang notabene awam berkarya. Pengalaman dalam hidup umat itulah yang paling kuat dan diandalkan untuk menatap masa depan.
Organisasi Gereja Katolik mengadopsi tentara Romawi dan di tiru oleh organisasi lainnya. Ada kuria Keuskupan, Komisi-komisi, dll. Modal kita yang kuat adalah iman umat yang terus menerus diperbaharui.
Yesus tidak mengatakan lembaga tidak perlu tapi yang paling penting belas kasih. Penyembahan sejati ada dalam roh dan itu ada dalam kelompok orang beriman dan keluarga.
Bukan jasa kita yang penting tapi rohNya. Roh Kudus yang memimpin dan memutuskan hasil rumusan kita. Allah mau supaya kasih dan belas kasih nyata dalam gereja, Allah mau supaya kita jadi saksi kasih Allah. Kesadaran akan kasih Allah untuk semua orang jadi tidak ada lagi penghakiman dan sanksi.
Saya sadar, betapa susahnya jadi notulis, SC, OC, yang bekerja keras untuk hal ini. Banyak dikorbankan, keluarga, waktu dst. Ini adalah karya Roh. Kita diperkaya oleh Roh, Tuhan Maha Adil, Allah sangat peduli dan tak ingin dombaNYa hilang.
Kita memandang tanda-tanda zaman, tren yang kita hadapi dan merefleksi iman. Dengan kekuatan Roh yang sama memandang ke depan untuk kita menyumbangkan pada gereja Keuskupan Banjarmasin.

PERMENUNGAN TUGAS UTAMA GURU AGAMA KATOLIK

Hotel Kapuas Darma, 25 Juli 2013. Mengawali hari baru, dan tugas baru peserta Pembinaan Penelitian Tindakan Kelas Guru Agama Katolik Tingkat Menengah Regio Kalimantan, dengan tema Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Katolik dengan melaksanakan Ibadat sabda yang dipimpin oleh salah seorang peserta pembinaan.

Kegiatan ibadat sabda untuk Guru agama Katolik merupakan hal penting, karena para guru agama adalah tenaga teknis yang selalu berhubungan dengan kegiatan pastoral gereja. Mereka dituntut dalam seluruh nafas tugas pelayanannya selalu dihidupi, diinspirasi dari sang Sabda. Figur yang menjadi teladan dalam hidup dan tugasnya adalah Yesus, dan pribadi Yesuslah yang di ajarkan kepada anak didik dan juga pewartaannya kepada umat.

Walau masih pagi, dan gelap tetap semangat untuk merenung dan berdoa serta mendalami sabda Tuhan. Peserta yang hadir dalam ibadat sabda prosentasenya cukup kecil, hal ini disebabkan banyaknya peserta yang menginap dirumah dan kegiatan itu berlangsung waktu yang masih pagi.

 

 

SAM_3844

PEMBINAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

SAM_3726
Hotel Kapuas Darma, 22-26 Juli 2013, Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimas Katolik sebagai pencetus dan Panitia kegiatan ini mengundang Para Guru Agama Katolik tingkat menengah di Regio Kalimantan (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Kalimantan Selatan).
Dalam pembinaan ini memberikan materi terkait dengan Kebijakan Pemerintah (khususnya Dirjen Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik), Penelitian Tindakan Kelas, Spiritualitas Guru Agama Katolik, Kurikulum 2013, Penyusunan dan Praktek Lembar Kerja Guru.
Materi-materi yang disampaikan ini dengan Nara Sumber : Direktur Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik (Sihar Simbolon, S.Th. MM), Lukas Ahen, S.Ag, M.M.Pd, Yohanes Baptista, M.Pd, Yohanes Peten Lewo, M.Pd, Dr. florentius Sutami. Peserta pembinaan sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat banyaknya interaksi terhadap materi yang disampaikan Nara Sumber setelah diberikan waktu bertanya. Guru Agama Katolik dari berbagai daerah di 4 (empat) Provinsi dan berbagai tempat tugas.Kegiatan bertujuan agar para Guru agama Katolik siap dengan Tulisan Ilmiah, mengkritisi Kurikulum 2013 dan seterusnya.