SUDAH SIAPKAH SAYA MENJELANG KELAHIRAN YESUS KRISTUS ?

Image

ADVEN berasal dari kata Adventus (bahasa latin) yang berarti kedatangan. Maka masa Adven dapat diartikan sebagai Masa Menantikan Kedatangan. Kedatangan siapa? Kedatangan DIA yang dinantikan oleh semesta alam, ialah Sang Juru Selamat, Sang Raja Damai, Tuhan dan Raja Semesta Alam.

Bagaimana kita tahu bahwa Dialah Tuhan Yesus Kristus? Kita akan menengok sebentar Nubuat tentang Sang Mesias itu dari masa Para Bapa Bangsa sampai masa Perjanjian Baru, menjelang kedatangan Kristus

A. NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEDATANGAN KRISTUS

1. Para Bapa Bangsa

Adam : Kejadian 3 : 15 : “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Abraham : Kejadian 12 : 3 : “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan oleh keturunamu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Musa : Keluaran 11, 12, 14 : Paskah dan Penyeberangan Laut Merah : lambang karya penebusan dan pembaptisan.

2. Para Nabi dan Raja

Daud : II Samuel 7 : 12-14,16 : Mesias adalah Anak Daud; serta dalam Mazmur 2:7 :“Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.”

Yesaya :

Yesaya 7 : 14 : Nubuat tentang Kelahiran Mesias

Yesaya 9 : 1 – 6 : Nubuat tentang Kelahiran Kristus

Yesaya 42 : 1 – 4 : Nubuat tentang Tugas dan Misi Yesus

Yesaya 53 : 2 – 12 : Nubuat tentang Penderitaan dan Cara Kematian Yesus

Yeremia : Matius 27 : 9 – 10 (bdk Za 11 : 12 – 13) : tentang bagaimana sebab kematian Mesias : Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia : “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

3. Masa Perjanjian Baru

Yohanes Pembaptis : – Lukas 7 : 18 – 25, Luk 3 : 1 – 20, Yoh 3 : 22 – 36

B. LITURGI MASA ADVEN

Spiritualitas Adven :

Siap siaga menantikan Tuhan (Luk 21:34, Mat 24:27-44)

Sikap hormat yang mendalam (Yoh 1:1-18)

Sikap lebih memahami sejarah keselamatan

Kerinduan mendalam akan Kristus (Mzm 43:2, Mzm 63:2, Mzm 130:5)

Sikap optimis, penuh harapan dan tobat (Luk 1:46-55, Rom 13:11-14, Yoh 1:23)

Bercermin pada 3 tokoh :Yesaya (Yes 7:14, Yes 9:1-6); Yohanes Pembaptis (Mat 3:1-12, Yoh 1:19-28) dan Maria (Luk 1:26-38)

Lama persiapan masa adven : 4 minggu, dibagi 2 :

2 minggu awal : Adven eskatologis, menantikan kedatangan Tuhan yang kedua

2 minggu yang kemudian : Persiapan menuju Natal, teks-teks KS pendahuluan sebelum kelahiran

Yang khas dari masa Adven :

Warna liturgi : Ungu, masa pertobatan, masa yang baik untuk melakukan puasa, renungan dan refleksi, rekoleksi dan retret.

Dalam Ekaristi : Kemuliaan tidak dinyanyikan.

Dilakukan renungan-renungan bersama di lingkungan-lingkungan, dengan tema-tema adven yang ditentukan oleh Uskup setempat.

Corona : Lingkaran Adven, memiliki lambang-lambang :

Lingkaran : melambangkan Cinta Tuhan yang tak berkesudahan, selain itu juga melambangkan penantian penuh harapan akan keselamatan dan kebahagiaan dari manusia

Daun Cemara warna hijau : lambang harapan manusia

Pita ungu : lambang pertobatan

4 Lilin : melambangkan 4 minggu masa adven :

Lilin I : Lilin Nubuat Para Nabi. Kedatangan Mesias yang telah direncanakan Allah dan telah diramalkan oleh para Nabi

Lilin II : Lilin Betlehem (Mikha 5:1). Awal penggenapan seluruh rencana keselamatan dari Allah, tempat kelahiran Penebus.

Lilin III : Lilin Gembala. Tuhan datang bagi mereka yang miskin dan terpinggirkan; Tuhan sebagai gembala umatNya

Lilin IV : Lilin Malaikat. Kabar Sukacita : kepada keluarga kudus dan kepada para Gembala.

Makna simbolis dari lingkaran Adven sebaiknya ditopang dengan pilihan materi yang cocok dan bisa melukiskan makna simbol itu. Maka, perlu kita perhatikan kualitas materinya. Misalnya, sudah sepantasnya bahan-bahan yang dipakai adalah bahan …asli, alami, sesuai dengan makna perlambangannya. Jadi, janganlah memilih bahan-bahan imitasi (lilin listrik, daun plastik), usahakan yang asli dan segar (tidak kering/kotor/berdebu, daun tidak diganti bunga/buah/ranting, dsb).

Bagaimana penggunaannya? Bisa saja lingkaran Adven hanya dianggap sebagai asesori atau dekorasi untuk mendukung Masa Adven. Mungkin hal itu belum cukup. Sebaiknya diadakan juga ritual khusus alias tindakan simbolis untuk atau dengan lingkaran itu. Misalnya, satu per satu pada setiap awal pekan (Minggu) lilin itu dinyalakan sebagai lambang makin memuncaknya harapan dan menambah cahaya hingga kedatangan Sang Cahaya. Penyalaan itu mengungkapkan kedatangan Kerajaan Allah yang setahap demi setahap. Ketika menyalakan, kita mengungkapkan harapan kita akan Kerajaan Allah itu dan komitmen kita untuk mewujudkannya di dunia ini.

Sejak semula memang lingkaran Adven digunakan untuk kegiatan devosional di rumah-rumah keluarga. Kemudian dimasukkan dalam gedung gereja dan menjadi bagian liturgi. Hingga sekarang pun kita bisa melihat praktek itu baik dalam rumah keluarga maupun gedung gereja. Namun, pihak pimpinan Gereja (Takhta Suci) sendiri tidak mewajibkan penggunaan lingkaran Adven dalam perayaan-perayaan liturgis selama Masa Adven.

Kreativitas dan penggunaan lingkaran Adven di rumah dan gereja bisa saja dibedakan. Misalnya sebagai berikut:

Di rumah-rumah:

ukuran lingkarannya sesuai dengan ruangan; …

kreativitas bahan lebih terbuka dinyalakan dalam suatu doa bersama seluruh keluarga pada Sabtu petang, menjelang gelap.

Di gereja:

ukuran yang cukup bisa dilihat banyak umat, sehingga simbolisasinya lebih hidup;

warna lilin semuanya putih, bermakna kemuliaan, kegembiraan, kebangkitan;

bisa juga dinyalakan dalam suatu ritus sederhana di bagian awal Misa pada setiap awal pekan (Minggu), bukan sekedar dinyalakan oleh putra altar atau koster.

“SELAMAT MEMASUKI MASA ADVEN, KITA SIAPKAN HATI DAN JIWA KITA UNTUK MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN DALAM HIDUP KITA”

SELAMAT JALAN MGR. DEMARTEAU

ImageImage

Telah berpulang menghadap Bapa di Surga

MGR. WILHELMUS JOANNES DEMARTEAU, MSF
Lahir Belanda pada Februari tahun 1917, ditahbiskan menjadi imam pada 27  Juli 1941
tutup usia Banjarmasin, 5 Desember 2012, Pk. 07.10 WITA  (BERUSIA 95 TH)
Kasih dan kesetiaan Beliau adalah Momentum besar bagi Keuskupan Banjarmasin yang baru akan berusia 75 th pada tahun 2013 yang akan datang.
Semoga arwah Beliau tenang di pangkuan Bapa di Surga.
Amin
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.353 pengikut lainnya.